Yap kemarin tepatnya hari Kamis tanggal 14 April 2011 adalah hari terakhir gue sekolah atau mungkin kebih tepatnya hari terakhir gue belajar KBM seperti biasa (yah walaupun pada kenyataannya hari ini ga ada guru yang ngajar efektif).
Kamis pagi gue bangun seperti biasa, tapi kemarin gue ga mengawali pagi dengan kebiasaan yang beberapa bulan terakhir ini gue lakuin yaituuu “olahraga pagi” gara-gara semalem abis ujan jadi gue males haha. Setelah itu gue berangkat sekolah seperti biasa. Hanya saja pas udah nyampe sekolah gue merasakan sesuatu yang ga biasa. Tiba-tiba aja gue ngerasa sedih banget pas nyampe sekolah. Mungkin karena ini bakalan jadi moment-moment terakhir di SMA.
Oke setelah menjalani hari yang cukup panjang di sekolah, akhirnya sekitar jam 11an gue bersama para Pamulangers (sebutan untuk anak-anak kelas gue yang tinggal di Pamulang) pulang bersama-sama dengan menggunakan jemputan kita tercinta alias angkot Ciputat-Muncul. Kita semua bergegas pulang karena sore harinya MOONZHER 23 bakalan ngadain solat hajat+doa bersama untuk kelulusan kita.
Setelah waktu menunjukkan pukul 16.00 gue mulai bersiap-siap untuk berangkat lagi ke sekolah. Dan disaat gue bingung milih baju yang mau gue pake, entah kenapa tiba-tiba gue pengen banget pake rok. Gue ngerasa kalo rok yang ada di lemari gue memanggil-manggil gue minta di pakai. Akhirnya gue yang jarang jarang banget pake rok (selain rok sekolah pastinya) memutuskan untuk pergi dengan menggunakan rok, walaupun saat itu sebenernya gue ngerasa aneh (dan bener aja gue sukses di kata-katain sama temen-temen gue “akhirnya pake rok jugaa”, “ciee tumben jadi cewe”, “jadi cewe sehari niih” dan berbagai ledekan lainnya -.- ).
Sebelum gue naik ke GSG (gedung serba guna) tempat akan dilaksanakannya salat, gue dan temen-temen pada ngumpul dulu di kelas. Di kelas gue sama Iis foto-foto karena secara kebetulan baju gue dan iis mirip: pake kerudung putih, kaos putih, dan pake rok.
Foto di bawah ini adalah foto gue (kiri), fitri, dan iis (kanan).

gimana gue sama iis udah mirip belom?
Acara di mulai dengan sambutan-sambutan, di sambung dengan Shalat Magrib berjamaah dan Kultum. Setelah itu kita Sholat Isya dan dilanjutkan dengan Shalat Hajat. Saat shalat Hajat gue melihat kesungguhan dan keikhlasan mzr 23 dalam berdoa agar kita semua bisa lulus bersama-sama. Saat itu kita semua sudah menyerahkan diri kita dan bertawakal kepada yang Maha Kuasa agar di beri kemudahan dan di lancarkan saat mengerjakan UN nanti. Setelah selesai shalat dan berdoa bersama kita semua saling bersalaman dan bermaafan agar tidak ada yang mengganjal saat UN nanti.
Suasana di GSG saat itu menjadi sangat sangat haru. Dimana-mana semua menangis karena sedih, bahkan ada berbagai macam gaya nangis yang menurut gue unik. Contohnya gaya nangis Fitria yang mirip anak kecil, nangisnya Ajeng yang kaya di sinetron-sinetron, dan ada yang nangis sampai matanya bengkak-bengkak kaya Iis.
Tapi gue?
Gue cuma bisa terdiam melihat teman-teman gue menangis. Gue iri sama mereka semua yang mudah sekali mengeluarkan air mata. Gue iri sama mereka yang dapat mencurahkan kesedihannya dengan menangis. Dan saat itu gue merasa benci dengan mata gue, kenapa mata gue ga bisa mengeluarkan butiran-butiran air walaupun hanya setetes. Tapi gue harus berfikir positif. Mungkin Allah memberikan gue hati yang lebih teguh dari yang lain, mungkin cara gue untuk mencurahkan kesedihan bukanlah dengan menangis. Mungkin tangisan bukanlah sesuatu yang dapat membuat gue lega. Yah pokoknya apapun itu gue harus tetap berfikir positif. Gue ga ikut menangis bukan berarti gue ga ikut sedih, bukan berarti gue ga ikut terharu, tapi mungkin cara gue untuk mengungkapkan kesedihan dan keterharuan itu berbeda dengan mereka.
Oke dan setelah selesai bermaaf-maafan akhirnya gue dan para pamulangers pulang dengan jemputan kami. Dan mungkin itu adalah yang pertama dan terakhir kali kita pulang bareng-bareng pada pukul 21.30 malem.
Pokoknya hari ini adalah salah satu hari yang bersejarah dalam hidup gue dan ga akan gue lupakan. J







0 komentar:
Posting Komentar