Pages

100 bulan


Membaca segudang kenangan
Mengingat semua
Memutar kembali memori
Dan tersadar
Betapa indahnya masa itu

100 bulan...

Sayang sepenggal kata yang pernah terucap itu telah hilang
Entah kapan bisa terucap kembali
Hanya dapat menimbulkan segurat lengkungan di wajah
Terkadang manis
Terkadang pahit

100 bulan...

Tanpa memikirkan apa yang telah diperbuat,
bukan aku tapi dia
Hanya dapat terus berpositif ria

Dan saatku tersadar
Ternyata semua telah kulewati

100 bulan...

Apa itu lama?
Sepertinya tidak
Bahkan akan terus bertambah :)

Pesan



..**Pesan untuk Ikhwan yang Hendak Bertaaruf dengan Seorang Akhwat**..

Bismillah…

Izinkan aku bicara dari hati seorang wanita, yang mungkin bisa mewakili suara saudara-saudaraku, para akhwat pada umumnya.

Proses ’ta’aruf’ merupakan suatu proses awal menuju proses selanjutnya, yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak semua sukses sampe tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah skenario dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan tetap dalam genggamanNya. Tapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup adalah pilihan. Mau baik ato buruk, mau syurga or neraka, mau sukses ato gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.

Aku ingin titip pesan pada para ikhwan yang sdh memutuskan hendak melontarkan perkataan ’ta’aruf’ pada seorang akhwat;

Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik, matang-matang, dan masak-masak sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk meneruskannya. Mengertilah keadaan akhwat. Antum tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih sensitif. Akhwat mudah sekali terbawa perasaan. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, akhwat adalah makhluk yang kadang mudah sekali GeEr, suka disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih.

Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang lelaki baik dan sholih seperti antum, tak ada alasan bagi akhwat untuk menolak. Karena jika akhwat menolak tanpa alasan yang jelas, maka hanya fitnah yang ada. Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri antum, apakah kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam? Apakah antum sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa antum benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin ikatan suci bernama pernikahan? Sekali lagi, berhati-hatilah dengan kata ta’aruf. Karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan.

Proses ’ta’aruf’ menuju pernikahan memerlukan sebuah rentang waktu tertentu. Bila diibaratkan ta’aruf adalah pintu halaman ruman antum dan pernikahan adalah pintu rumah antum, kemudian timbul pertanyaan, berapa jauhkah jarak pintu gerbang menuju pintu rumah antum? padahal selama perjalanan akan banyak cobaan menghadang. Bunga-bunga indah di halaman rumah antum bisa membuat akhwat terpesona. Kolam ikan yang indah juga membuat akhwat terlena. Ingin sekali akhwat memetiknya, ingin sekali akhwat berlama-lama di sana menikmati keindahan dan kenikmatan yang antum sajikan. Tapi tdk berhak, karena belum mendapat izin dari si empunya rumah.

Akhwat ingin segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di tengah jalan antum menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat akhwat lupa akan tujuan semula. Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu lebar-lebar dan akhwatpun menyambut panggilan antum dengan hati berbunga-bunga. Tapi setelah akhwat mendekat dan sampai di depan pintu rumah antum, ternyata pintu rumah antum masih tertutup. Bahkan antum tak berniat membukakannya. Saat itulah hati akhwat hancur berkeping-keping. Setelah semua harapan terangkai, tapi kini semua runtuh tanpa sebuah kepastian. Atau mungkin antum akan membukakannya, tapi kapan? Antum bilang jika saatnya tepat. Lalu antum membiarkan akhwat menunggu di teras rumah antum dengan suguhan yang membuat akhwat kembali terbuai, tanpa ada sebuah kejelasan. Jangan biarkan akhwat berlama-lama di halaman rumah antum jika memang antum tak ingin atau belum siap membukakan pintu untuknya. Akhwat akan segera pulang karena mungkin saja salah alamat. Siapa tahu rumah antum memang bukan tempat berlabuhnya hati mereka. Ada rumah lain yang siap menjadi tempat bernaung mereka dari teriknya matahari dan derasnya hujan di luar sana. Mereka tak ingin mengkhianati calon suami mereka yang sebenarnya. Di istananya ia menunggu calon bidadarinya. Menata istananya agar tampak indah. Sementara mereka berkunjung dan berlama-lama di istana orang lain.

Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta adalah cobaan. Cinta itu akan cenderung pada nafsu. Cinta itu akan cenderung untuk mengajak berbuat maksiat . Itu pasti! Langkah-langkah syetan yang akan menuntunnya. Kita tentunya tdk mau memakai label ‘ta’aruf untuk membungkus suatu kemaksiatan bukan? Hati-hatilah dengan hubungan ta’aruf yang menjelma menjadi TTM (Ta’aruf Tapi Mesra). Tolong hargai akhwat sebagai saudara antum. Akhwat bukan kelinci percobaan. Akhwat punya perasaan yang tidak berhak antum buat ’coba-coba’. Pikirkanlah kembali. Mintalah petunjukNya. Jika antum memang sudah siap dan merasa mantap, segera jemput mereka.

Dan satu lagi yang perlu antum perhatikan adalah bagaimana cara antum menjemput. Tentunya kita menginginkan kata ’berkah’ di awal, di tengah, sampai di ujung pernikahan kan? Hanya ridho dan keberkahanNya lah yang menjadi tujuan. Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Antum sudah merasa mantap pada akhwat itu. Antum yakin seyakin-yakinnya bahwa dialah bidadari yang akan menghias istana antum. Tapi antum tidak menggunakan cara yang tepat untuk menjemputnya. Sama halnya jika antum yakin dan mantap untuk menuju Surabaya. Tapi dari Jakarta antum salah memilih kendaraan, akibatnya antum gak akan pernah sampai ke Surabaya, malah nyasar. Ato kendaraannya sudah bener tapi nggak efektif. Terlalu lama di perjalanan. Masih keliling-keliling dulu. Akhirnya banyak waktu terbuang percuma selama perjalanan. Jadi, antum juga harus memikirkan cara yang baik/ahsan, tepat dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho dan keberkahanNya.

Semoga pesan ini bisa menjadi bahan renungan antum, para ikhwan, calon qowwam kami (para akhwat) dalam mengarungi bahtera rumah tangga Islami yang akan melahirkan generasi penyeru dan pembela agama ALLAH. Akhirnya aku minta maaf, afwan jiddan bila dalam pesan ini ada hal-hal yg kurang ahsan..


Buat Akhina Wa Ukhtina yang ingin TAG, COPAS or SHARE PICT'a,di persilahkan "BEBAS
Hak Cipta Milik Kita Bersama

Silahkan Bantu sahabat'' lain ngETaG ya agar mendapat Ilmuღღ

Semoga bermanfaat salam ukhuwah fillah
Keep istiqomah...(^^,)
 
*Tulisan ini bikin gue jadi mikir :)

:)


Saat hati berkata "INGIN", namun qadar Allah berkata "TUNGGU"...

Saat air mata "MENETES", namun qadar Allah berkata "TERSENYUMLAH"...

Saat segalanya terasa "MEMBOSANKAN", namun qadar Allah berkata "TERUSLAH MELANGKAH"...

Bismillaah...

saat kita merancang sesuatu, ALLAH juga menentukan sesuatu yang dirahasiakan-NYA.
ketetapan ALLAH itu jauh LEBIH baik dari yang Terbaik, dan yang PALING baik dari rancangan kita.
Dan kita sebagai hamba-NYA jangan pernah PROTES ataupun PUTUS ASA.

Yakinlah...
ALLAH ada untukku, untukmu, dan untuk kita semua...
Insya ALLAH...
 
-Serangkaian kalimat motivasi from a great man-

Good Bye :)



Dalam waktu yang kurang dari satu jam lagi gue akan membuka lembaran baru dalam hidup gue. Ya lembaran baru karena umur yang baru. Umur gue akan bertambah, yaa walaupun usia gue akan berkurang. 

Sebenarnya gue agak berat untuk melepas umur 17 ini, entah kenapa. Mungkin karena terlalu banyak kenangan dan cerita yang gue miliki pada umur ini, atau mungkin bisa dibilang umur yang paling berharga sampai saat ini. Kenapa?
Karena pada umur ini lah awal perjuangan gue untuk memulai kehidupan yang baru dan menentukan hal yang akan gue hadapi di depan. Dimulai dari persiapan untuk snmptn, snmptn, sampai akhirnya diterima, menjalani rangkaian acara untuk mahasiswa baru, menjalani kehidupan perkuliahan, belajar untuk hidup sendiri dan mandiri, masuk kedalam berbagai organisasi, mengikuti berbagai kepanitiaan, menjalani berbagai kegiatan, menemukan banyak masalah dan pemecahannya, mengenal berbagai orang dan gue bener-bener punya banyaaaaaaaaaak sekali pengalaman berharga yang ga pernah terpikirkan dan gue ga tau kapan gue bisa mendapatkan hal itu lagi. Dan yang paling penting gue menemukan “kalian” dalam perjalanan hidup gue. 

Gue bener-bener bersyukur dengan umur gue yang ke-17 ini, karena ini memang benar-benar masa transisi gue, dan di umur inilah gue benar-benar belajar untuk berpikir secara dewasa dan belajar untuk memanage diri. Entah kenapa gue sebenarnya agak ga rela melepas kepergian umur ini. Tapi semua tetap harus berjalan, dan gue harus terus melanjutkan apa yang ada dihadapan gue. 

Gue memang melewatkan banyak sekali hari-hari yang berat kemarin, tapi gue tau akan ada lebih banyak hari yang berat esok. Gue hanya bisa berharap gue bisa belajar dari pengalaman-pengalaman yang telah gue dapatkan kemarin. Dan esok akan selalu lebih baik dari hari ini. Good bye 17th welcome 18th :)

Kehidupan yang Baru


Kegiatan-kegiatan di bawah adalah sebagian keciiiiiil dari pengalaman yang udah gue dapet selama ini. Yap! Pengalaman. Itu lah yang sering banget gue cari selama ini. Setiap gue dapet pengalaman baru gue bakal langsung bersyukur karena gue bisa mendapatkan sesuatu yang baru.

Semenjak kurang lebih 8 bulan gue merasakan dunia 'perkuliahan', gue udah punya banyak banget cerita yang bisa gue kenang. Banyak banget! Hemm mulai dari pengalaman dalam kepanitiaan, organisasi, seminar, ngebolang dan berbagai macam lainnya.

Mulai dari latihan PK sampai subuh, manggung di atas panggung audit, sotr, seminar dengan menteri dari Malaysia, seminar di @america Pacific Place, nonton talkshow di tvone, seminar dengan berbagai artis, muker ke Mega Mendung, muker ke Anyer, GUESS ke Anyer, diklat ke Anyer (lagi), nongkrong di berbagai tempat sampe larut malam, belajar berinteraksi, belajar memecahkan berbagai masalah, ikut dalam berbagai macam kegiatan, bertemu berbagai orang penting, bertemu orang-orang baru, bertemu teman baru, dan bertemu keluarga baru :)

Selain pembelajaran formal yang gue dapet di jurusan, gue juga mendapatkan pelajaran hidup. Disini gue merasakan atmosfir yang sangat berbeda dengan saat di SMA, disini meskipun gue tetap santai dan sering bersenang-senang, tapi gue merasa gue belajar untuk dewasa, belajar untuk bertanggung jawab, belajar untuk memanage diri dan waktu, dan belajar untuk mandiri!

Disinilah gue merasa "seberandal" apapun seseorang mereka tetap memiliki sisi positif dalam dirinya. Gue diajarkan untuk jangan menilai seseorang hanya dari sikapnya saja. Dan gue harus dapat berinteraksi dengan orang seperti apapun.

Gue tau gue ga ada apa-apanya, gue masih bodoh, dan masih banyak banget hal yang ga gue tau dan ga gue mengerti. Ya dan disinilah kehidupan gue yang baru, tempat gue untuk belajar dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Tempat gue belajar untuk menjadi manusia dewasa :)

MUW 2012


Heem finally gue merasakan juga menjadi orang-orang yang gue lihat tahun lalu.


Tepat setahun yang lalu gue melihat kakak-kakak senior di moonzher yang udah jadi alumni datang dan memperkenalkan universitas mereka masing-masing. Gue inget banget saat itu gue masih buta banget tentang dunia perkuliahan bahkan gue aja belom mikirin gue mau masuk mana. Gue cuma bisa berpikir kira-kira bisa ga ya gue berdiri di sana untuk memperkenalkan universitas gue?


Daaan ternyata sekarang terjawab juga, gue bisa. Bahkan ga cuma jaga stand doang tapi gue juga jadi salah satu panitia dari acara tersebut. Yup acara yang biasa disebut dengan Moonzher University Week (MUW) ini adalah acara tahunan yang biasa dijalankan di moonzher untuk memperkenalkan PTN-PTN yang telah dimasuki oleh para alumni. Dan MUW tahun ini yang udah dilaksanain tanggal 24-26 jan kemarin, memiliki sesuatu yang berbeda karena kali ini kita mengangkat tema “explore your nature”. Jadi stand stand yang ada di MUW diharuskan menampilkan ciri khas dari daerahnya masing-masing atau yaa paling ga menghias stand nya.


Jadi tahun ini yang diamanahi untuk menjadi panitia penyelenggara adalah PTN yang berasal dr Jakarta, dan berhubung STAN dan UNJ ga menyanggupi akhirnya terbentuklah panitia MUW 2012 yang terdiri dari UI dan UIN dengan UI sebagai panitia inti. Dan gue merasa beruntung banget karena UI menjadi panitia disaat mzr 23 udah lulus, jadi kita bisa ikutan jadi panitia deeh. Soalnya menurut gue, dengan adanya panitia MUW ini bisa dijadikan sebagai ajang saling mengenal antar alumni mzr di UI yang biasa disebut ILUMINE. Berhubung kita ga punya paguyuban yang jelas dan biasanya setiap alumni udah pada punya kesibukan masing-masing jadi kita tuh susah banget untuk bisa ngumpul, dan “moment” kaya kemaren tuh pasti susaaah banget didapet. Dengan MUW kemaren gue jadi lebih kenal dengan alumni-alumni lain, walaupun emang ga semua jadi panitia. Banyak banget kejadian seru yang gue alamin. Pokonya sekali lagi gue bersyukur J


Hari pertama adalah presentasi dari setiap PTN yang diwakili oleh beberapa orang. Gara-gara GSG dipake sama para kepala sekolah untuk rapat kita baru bisa mulai persiapan untuk presentasi jam 1 siang, akhirnya panitia nunggu di basecamp alias ruang audivisual. Daan pas gue keluar audi buat ke kantin gue ketemu sama “orang yang mengingatkan gue pada seseorang” dan kayanya dia sadar deh kalo gue perhatiin. Tapi ga apa-apa laah gue seneng dan ga nyangka bisa ngeliat lagi haha. Oke, setelah semua PTN selesai presentasi dan anak-anak mzr 24 udah keluar GSG, giliran panitia menjadi “kuli” untuk mempersiapkan stand yang besok bakal di tempatin sama PTN. Setelah kita ngangkat-ngangkat meja, kursi, dll kita mulai mendirikan “bikun” yang udah dibuat sama anak-anak untuk dijadikan sebagai ciri khas dari UI. Gue juga ga ngerti kenapa stand kita harus dihias dengan sebuah bikun, tapi ya udah lah yang penting itu udah cukup menunjukkan sebagai identitas UI. Dan kita pulang saat jam udah menunjuk ke angka 8.


Hari kedua. Panitia diwajibkan untuk datang pukul 07.30. Tapi tetep aja ya yang namanya orang Indonesia, gue dateng jam 07.50 yang dateng masih dikiiit banget. Dan hujan yang cukup deras mengawali hari kedua MUW, untung ujannya turun pas sebagian besar panitia udah dateng dan pas jam istirahat ujannya berenti. Berhubung di hari kedua ini gue ga jelas mau ngapain dan gue juga ga jaga stand, akhirnya gue muter ke kelas-kelas bareng Nectar supaya pada dateng ke acara MUW. Abis itu gue malah bantuin anak konsumsi untuk ngebagiin konsumsi yang ‘pas-pasan’ itu haha. Sebenernya di hari kedua ini jam 15.00 udah selesai, setelah evaluasi dan beres-beres GSG udah boleh pulang. Tapi berhubung gue dan tara harus ketemu Bu Rusminah dulu untuk ngomongin closing akhirnya gue pulang jam 17.00. Selama nunggu itu sempet ketemu sama beberapa anak X.3 dan finally kita malah ngobrol plus foto bareng deeh mumpung lagi ketemu bareng :D.


Hari ketiga. Karena udah diwanti-wanti sama Ka Ridho yang telat harus denda, finally pada dateng cepet deh, paling cuma ngaret 10-20 menit doang dan langsung pada langsung ngumpul di basecamp semua. Berhubung gue jaga stand siang, jadi gue harus nunggu di ruang audi biar ga numpuk di GSG. Tadinya sempet bete di audi karena kita ga ngapa ngapain, tapi finally jadi ga bete gara-gara kita malah nonton film bareng. Udah berasa di bioskop deh, gelap, dingin, tenang, soundnya kenceng, pokoknya pewe banget. Sayangnya gue ga bisa nonton sampe selese gara-gara harus bantuin anak konsumsi lagi trus langsung jaga stand, tapi ga apa-apa sih yang penting udah sempet nonton. Sekitar pukul 14.30 gue manggil Bu Rusminah untuk melakukan penutupan dan serah terima kepanitian MUW tahun depan yaitu kepada Bandung. Setelah closing dan beres-beres sebentar, kita semua turun untuk berfoto bersama dengan kepala sekolah di lapangan dan kemudian balik lagi ke GSG untuk melanjutkan beres-beres. Beres-beres adalah waktu yang paling gue suka karena di situ gue bener-bener bisa ngeliat ‘kedekatan’ sesama ILUMINE dengan saling bantu membantu. Setelah benar-benar selesai membersihkan GSG kita semua ngumpul lagi di basecamp alias ruang audivisual untuk melakukan closing sesama panitia, sekaligus ada serah terima ketua ILUMINE dr mzr 21 ke mzr 22 dan Ka Ridho dipilih menjadi ketua yang baru. Finally acara MUW resmi selesai. Pertemuan sore itu ditutup dengan meneriakkan jargon ILUMINE “UI UNTUK MOONZHER!”.

OKK UI 2011

OKK UI 2011

HIDUP MAHASISWA! HIDUP RAKYAT INDONESIA!


Itulah kalimat yang selalu di ucapkan oleh kakak senior untuk membangkitkan semangat kita para mahasiswa baru. 2 hari OKK (12 dan 13 Agustus) bisa dibilang hari untuk menanamkan semangat cinta Indonesia. Dengan slogan “Cinta Indonesia, Totalitas Pengabdian!” kita bener-bener diminta untuk terus mencintai Indonesia dan melakukan perubahan di Indonesia.


Jujur di hari pertama gue ngantuk banget, dari pertama mulai pembukaan sampai pulang rasanya kerasa panjaaang banget. Dan parahnya gue bener-bener ketiduran, sampe nyenyak banget malahan. Pertama ada sambutan-sambutan, salah satunya dari seorang bapak berbaju tentara yang berpidato berpuluh-puluh halaman dengan suara yang kecil dan mendayu-dayu dan sukses banget buat gue tertidur pulaaas banget sampe-sampe gue ga sadar kalo pembicara sudah berganti dengan bule-bule dari Swedia. Di situ godaan buat tidur juga sangat besar, gara-gara tuh bule ngomongnya kecil banget sedangkan gue duduk di tempat yang agak kebelakang. Finally, tidur lagi deh gue. Pukul 12.00 para lelaki muslim di bawa menuju ke MUI untuk shalat Jum’at dan para wanita muslim mengikuti acara “kemuslimahan” (yang ngingetin banget sama keputrian). Waktu kemuslimahan ini sebenernya gue masih rada ngantuk tapi mungkin gara-gara tadi udah puas tidur akhirnya gue berhasil mendengarkan sampai selesai. Dan rezeki hari itu adalah kita semua yang ada di Balairung mendapatkan satu buah kerudung GRATIS. Alhamdulillah yah.


Setelah rangkaian keagamaan selesai, acara OKK pun dilanjutkan kembali. Ada talk show dari Kementrian Sosial dengan MC Prabu Revolusi! Awalnya gue semangat banget dengerin, tapi entah kenapa lama-lama rasa ngantuk itu dateng juga, walaupun udah gue tahan-tahan karena topic yang dibicarakan cukup seru tapi akhirnya gue kalah juga dengan rasa ngantuk itu. Mungkin itu juga efek dari gue yang duduk agak dibelakang. Acara hari itu ditutup dengan kita yang disuruh untuk menuliskan surat cinta untuk Indoneia (read: harapan dan janji) di kertas merah dan putih, dan kertas itu ditempel di sehelai kain panjang sebagai pembuktian kelak akan janji-janji yang telah kita tulis. Finally setelah rangkaian acara yang udah sukses bikin gue tidur seharian itu selesai gue langsung balik ke kostan dan tidur LAGI *gue emang kebo banget ya ckck -.-* (tapi tenang aja gue ga tidur sampe pagi ko, malemnya gue tetap bangun untuk OL :D).


Hari ke-2 OKK.

Di hari kedua ini menurut gue lebih asyik dan ga terlalu bikin ngantuk, malah bisa di bilang bikin pegel. Awalnya sih sepeerti biasa ada sambutan-sambutan dan pengenalan dari bada-badan yang ada di UI. Sebenernya gue udah hampir tidur, tapi pas udah masuk puncak acara yaitu euphoria OKK semua rasa ngantuk gue langsung ilang pergi entah kemana.


Lebih tepatnya ga bisa ngantuk lagi, karena di situ kita disuruh untuk saling bergandengan satu sama lain dan para panitia membuat border yang mengelilingi kita. Mereka membuat border dengan bergandengan tangan juga sambil berlari, semakin lama semakin cepat. Dan pada akhirnya mereka diinstruksikan untuk menarik beberapa mahasiswa baru dan kami diinstruksikan bahwa pegangan kami tidak boleh lepas, tidak boleh ada yang sampai tertarik oleh para panitia. Saat itu kejadian sangat ramai dan cenderung rusuh, tapi menurut gue pribadi itu seru. Dan pada akhirnya para panitia tidak dapat menarik satu orangpun dari kerumunan para mahasiswa baru.


Setelah itu kami diinstruksikan untuk membuat tulisan berbentuk OKK 11, memang membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi pada akhirnya kita bisa membuat tulisan tersebut. Setelah itu diturunkan kain panjang bertuliskan “Selamat Datang Mahasiswa Baru UI 2011” yang diingiringi dengan jatohnya ratusan balon warna warni yang langsung di sambut dengan tepuk tangan diseluruh Balairung.


Moment yang menurut gue unik dan bakal gue inget sebagai “moment di awal kuliah”

1st time ESQ

10 dan 11 Agustus 2011 adalah dua hari yang sangat menambah pengalaman gue. Hari itu gue dan 2-3 ribu anak lainnya melakukan training ESQ 165. Mungkin bagi beberapa anak banyak yang udah pernah merasakannya, tapi bagi gue ini adalah pertama kalinya gue ikut ESQ.


Sebelum hari H gue ESQ, gue udah sempet nanya-nanya ke anak-anak yang ESQ hari sebelumnya (karena ada 2 gelobang dan gue dapet gelombang 2 -.-“ ) dan jawaban mereka adalah : seru banget, lo ga bakalan nyesel, ga seru deh kalo udah di certain, ada beberapa part yang bikin ngantuk. Yaa gue cuma bisa ngebayangin kaya gimana.


Sampai akhirnya datang juga tanggal 10. Seperti biasa sebelum masuk ke balairung kita semua dibariskan di halaman untuk absen. Setelah masuk, ada sedikit perkenalan dari kakak-kakak yang bakal ngebimbing kita selama ESQ namanya Kak Firdaus. Dia memperkenalkan Pekik UI *yang sampe bosen gue nyebutnya*dan juga yel-yel esq *yang diberi sedikit sentuhan UI*. Abis itu ada sambutan dari rector yang lamaaaaa banget, sampe ketiduran gue ckck. Walaupun ada juga beberapa part penjelasan yang bikin gue melek banget sih haha. Tapi sedihnya gue ga bisa ketemu langsung sama Ary Ginanjar, padahal kemaren pas di ESQ gelombang satu dia dateng -.-“. Please deh gue pengen banget ketemu padahal *kecewa*.


Abis sambutan rektor, akhirnya dimulai juga perjalanan esq yang sangaaat panjang. Perjalanan ini dimulai setelah shalat zhuhur berjamaah. Di mulai dari memperkenalkan mengenai sejarah terbentuknya jagad raya atau teori big bang yang ternyata sudah ada dalil yang menjelaskan mengenai terbentuknya jagad raya (lupa ayat berapa :p). Disinilah acara pertama tangis-tangisan dimulai. Dan seperti biasa gue ga bisa ngeluarin air mata L. Dan sampai acara berakhir waktu sore hari gue tetep ga bisa mengeluarkan walau hanya setetes. Kurang lebih pukul 18.00 setelah berbuka puasa dengan ta’jil yang udah disiapin, kita semua pun pulang.


Hari kedua. Menurut temen-temen gue hari kedua bakal lebih seru dari hari pertama. Di hari itu gue juga ngerasa lebih cepet, mungkin gara-gara ga ada sambutan yang super panjang itu. Tapi pagi-pagi kita semua udah dibuat nangis dengan mensimulasikan bahwa kita itu sangat sangat sangaaaat kecil di bandingkan dengan mahluk ciptaan lainnya, dan ternyata di dalam tubuh kita benar-benar terdapat susunan yang sangat sangat kompleks. Kita di bawa menjelajahi luar angkasa yang sangaaat besar. Lalu seperti biasa, para trainer juga membahas soal ‘orang tua’ yang membuat banyak banget anak yang meneteskan air mata *terutama kaum hawa*, dan di sini akhirnya gue bisa juga meneteskan air mata walaupun ga sebanyak yang gue harapin. Abis ngomongin orang tua, season selanjutnya kita juga sempet ngomongin perjuangan nabi Muhammad SAW dan nabi Ibrahim, dan di sini pun gue juga ga kuasa untuk ga netesin air mata, karena dari dulu gue emang ga bisa nahan air mata kalau udah masalah nabi Muhammad SAW. Setelah puas menangis-nangis ria, kita pun di ajak bermain game, menari bareng, pokoknya seru-seruan untuk ngilangin bosen. Satu hal yang pasti dilakuin setiap pergantian sesi yaitu nyanyi lagu Genderang UI, yang dari awalnya gue ga hafal sampe jadi hafal di luar kepala. Selain genderang UI, salah satu yang sering di ucap tuh Pekik UI yang menurut gue terlalu panjang untuk dipekik. “Kepal jari jadi tinju.. UI UI kampusku.. Bersatu almamaterku.. UIiii...”. Saking panjangnya setiap pekik UI pasti yang kedengeran cuma dua huruf terakhir.


Di puncak acara ESQ kita diminta untuk berpasang-pasangan dengan teman yang belum pernah kita kenal dan dari berbeda fakultas. Disitu kita diminta untuk memeluk teman baru kita itu dan menangis. Tadi anehnya gue dan temen gue itu sama sekali ga bisa nangis! Oon.. Di saat cewe-cewe yang lain udah pada nangis sesenggukan sampe gemeteran, gue sama dia malah ketawa-ketawa -.- Ya pokoknya gue kurang merasa itu adalah puncak acara karena gue ngerasa biasa aja. Kita juga diajarin mengenai 7 budi utama, yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil dan peduli.


Di hari itu juga ada kejutan yang menurut gue sangat menyenangkan. Pas udah sekitar jam setengah 6, sambil menunggu magrib tim ESQ memanggil nama seorang cowo anak FT untuk maju. Gue kira kenapa lagi tuh anak di suruh maju, ternyataaa setelah di ajak ngobrol anak FT itu adalah non-I yang berniat untuk menjadi muallaf! OMG pas dia ngomong kaya gitu semua mahasiswa langsung bertepuk tangan kencang bahkan beberapa orang cewe langsung pada nangis. Begitu di tanya alasannya, jawabannya hanya simple “karena selama dua hari ini dia merasa tenang mendengar ayat-ayat Nya”. Entah kenapa gue yang baru pertama kali mendengar secara langsung pernyataan seperti itu bener-bener seneng banget. Menurut hostnya sih katanya hal kaya gini baru pertama kali terjadi, dan dia pun langsung diundang ke menara 165.


Dan perjalanan hari itu ditutup dengan buka puasa di sana. Mudah-mudahan pengalaman selama dua hari itu bisa terus gue inget, AMIN

Copyright 2009 Ummu Haura's Stories. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy