Lelaki Sempurna-Gita Gutawa
Adalah seorang yang menenangkan jiwa
Lelaki sempurna seperti dia
Punya segala sifat indah tanpa cela
Lelaki sempurna berkiblat surga
Menyejukkan hati dengan akhlak mulia
Lelaki sempurna seperti dia
Menjadi penuntun dunia dan akhirat
Lelaki impianku
Al Amin jujur amanah dipercaya
Fathonah cerdas wafa tepati janji
Tawadhu rendah hati
Abidu berbuat baik
Shiddiq benar suhud bukan duniawi
Amal dermawan tawakal sabar hati
Istiqomah berada dijalan lurus
Itulah sifat rasul
Sifat sifat sempurna
Sifat lelaki dambaan kita semua
Lelaki sempurna berkiblat surga
Menyejukkan hati dengan akhlak mulia
Lelaki sempurna seperti dia
Menjadikan penuntun dunia dan akhirat
Lelaki impianku
Al Amin jujur amanah dipercaya
Fathonah cerdas wafa tepati janji
Tawadhu rendah hati
Abidu berbuat baik
Shiddiq benar suhud bukan duniawi
Amal dermawan tawakal sabar hati
Istiqomah berada dijalan lurus
Itulah sifat rasul
Sifat sifat sempurna
Sifat lelaki dambaan kita semua
Al Amin jujur amanah dipercaya
Fathonah cerdas wafa tepati janji
Tawadhu rendah hati
Abidu berbuat baik
Shiddiq benar suhud bukan duniawi
Amal dermawan tawakal sabar hati
Istiqomah berada dijalan lurus
Itulah sifat rasul
Sifat sifat sempurna
Sifat lelaki dambaan kita semua
Lelaki sempurna seperti dia
Lelaki impian
Takut
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang aku belum mengatakannya karena... yah, karena berbagai alasan. Dan alasan utamanya adalah karena aku takut.
Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kau berikan?
Apakah kau akan menerima pengakuanku?
Apakah kau akan percaya padaku?
Apakah kau masih akan menatapku seperti ini?
Tersenyum padaku seperti ini?
Atau apakah justru kau akan menjauh dariku?
Meninggalkanku?
Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin menyimpannya selamanya. Entah bagaimanapun reaksimu nanti setelah mendengarnya, aku hanya berharap satu hal padamu.
Jangan pergi dariku.
Tetaplah disisiku.
“Spring in London” – Ilana Tan
wonderful weekend
Itu yang gue rasa saat gue tiba di rumah minggu 8 Mei 2011 kemarin. Karena selama hari Sabtu dan Minggu gue pergi berlibur with my family. You know? Gue jarang banget liburan sama keluarga gue. Apalagi sampai nginep. Dan kemarin kami sekelurga pergi ke Anyer dan nginep di Hotel Marbella.
Sebenernya rencana ini bisa di bilang dadakan, karena baru direncanain hari Jum’at dan itu pun belum fix jadi atau ga. Tapi berhubung gue dan nyokap gue terus mendesak untuk jadi akhirnya kita semua jadi berangkat. Kita berangkat tepatnya pukul 10.00 WIB setelah melalui perjalanan yang panjang & melelahkan dan juga sempat terjebak macet sampai ga bergerak akhirnya sekitar pukul 16.30 kita sampai di Anyer. Setelah survey ke beberapa tempat penginapan akhirnya kita memutuskan nginep di Marbella Hotel karena hanya di hotel ini yang sepertinya mempunyai pemandangan yang paling indah.
Setelah check in dan berberes di kamar kita langsung turun untuk melihat pantai di sore hari dan gue sangat berharap bisa melihat sunset. Tapi harapan gue langsung pupus saat gue ngeliat ke arah langit karena ternyata langitnya mendung. Sebenernya gue juga udah sempet feeling ga bakal ngeliat sunset gara-gara emang selama perjalanan, kita sempet di guyur hujan sampe beberapa kali. Akhirnya gue hanya bisa merasakan angin pantai di sore hari dan mendengarkan suara deburan ombak yang ngebuat gue bener-bener tenang. Sebenernya ade-ade gue udah pada mau turun ke laut buat main, tapi karena sebentar lagi pukul 18 dan pasang bakal segera datang akhirnya mereka ga jadi turun. Gue hanya jalan-jalan menyusuri indahnya pantai di sore hari, merasakan lembutnya angin yang menerpa kulit gue, mendengarkan merdunya nyanyian ombak-ombak laut di sore hari, dan mentafakuri keindahan alam yang diciptakan oleh-NYa.
Setelah magrib akhirnya kita naik kembali ke kamar untuk mandi dan shalat. Setelah itu kami memutuskan untuk keluar mencari makan malam dan souvenir. Sebelum pergi gue sempat melihat bagaimana keadaan pantai pada malam hari. Dan ternyata lebih indah daripada yang gue bayangkan. Tapi gue harus cepet-cepet karena udah ditunggu yang lain di mobil. Setelah makan dan jalan-jalan di sana sekitar pukul 21.30 kita balik ke hotel dan bersiap-siap untuk tidur karena lelah dengan perjalanan yang panjang.
Esoknya saat gue bangun dan keluar untuk menghirup udara betapa terpakunya gue mendengar bunyi ombak yang sangat-sangat indah dan menenangkan jiwa. Dan seusai sholat Subuh gue berniat untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda semalam yaitu merasakan indahnya pantai saat hari gelap. Dan gue bener-bener dibuat terdiam melihat indahnya gulungan-gulungan ombak yang menuju pantai dan pecah begitu menyentuh batuan di pinggir pantai. Sepanjang penglihatan gue hanya ombak dan ombak yang terus bergulung-gulung tiada henti. Saat itu gue merasa kaki gue terasa goyah dan seakan-akan gue bakal jatuh dan ikut tergulung oleh ombak yang saling berkejar-kejaran di hadapan gue. Gue merasa betapa kecil dan lemahnya gue di hadapan kekuasaan Allah yang sangat sangat besar, Subhanallah.
Setelah puas dengan berbagai kekaguman yang muncul di benak gue akhirnya gue memutuskan untuk berkeliling sebentar dan langsung kembali ke kamar. Setelah pukul 08.00 ade-ade gue udah pada ga sabar untuk berenang di kolam renang. Akhirnya mereka pun turun duluan untuk berenang dan sekitar 15 menit kemudian gue, nyokap, dan bokap gue pun turun. Setelah beberapa menit berenang ade gue udah mulai merengek-rengek untuk main banana boat. Akhirnya gue, kiki, arif dan bokap pun main banana boat juga. Sebelum naik gue udah ngewanti-wanti mas-masnya untuk jangan di jatuhin, karena gue ga bisa berenang. Gue takut banget jatoh, karena emang gue bener-bener ga bisa berenang (parah banget emang gue -.-). Dan ketakutan gue terbukti karena pada akhirnya banana boatnya jatoh juga, gara-gara ade gue kiki yang sengaja ngebelokin banana boatnya biar jatoh dan alasan dia Cuma “ga seru kalo ga jatoh”. Astagaa dia ga tau kali gue bener-bener takuut banget pas jatoh, mana gue minum air laut banyak banget sampe tenggorokan gue sakit, udah gitu gue sempet dilelepin sama si Arif. Ngeselin.
Oke setelah selesai melalukan kegiatan yang bikin gue sebel itu, gue pun bergegas untuk ke kamar hotel dan mandi. Setelah mandi gue makan sambil beristirahat. Dan sekitar pukul 13.00 kita pun check out dan pulang. Tapi pas pulang ternyata ada sedikit trouble dan itu bener-bener bikin wasting time banget.
Jadi pas udah di jalan kita lupa pintu untuk masuk tolnya di sebelah mana. Kebetulan ada SPBU jadi kita pun memutuskan untuk membeli bensin sekalian nanya jalan. Entah karena lagi ga konsen atau karena terlalu asyik bertanya, sampe-sampe bokap gue ga sadar kalo dia lagi ngisi bio solar bukan premium. Yup Bio Solar! Parah banget emang. Dan finally tangki bensin yang udah full itu harus dikuras dan dikeluarin semua bensinnya untuk di isi premium lagi. Dan itu bener-bener buang waktu, buang tenaga, buang bensin yang kurang lebih hampir 40-50 liter, dan yang paling penting buang-buang Duit!
Yah setelah kurang lebih satu setengah jam nguras bensin, akhirnya kita melanjutkan perjalanan pulang. Dan kurang lebih pukul 20.00 gue sampai rumah dengan selamat dan dengan membawa sejuta pengalaman baru. :D
I'll miss this time
Senin 25 April 2011 adalah hari yang cukup melelahkan bagi gue. Tapi di balik semua kelelahan itu gue mendapatkan banyak pengalaman yang mungkin ga bakal gue dapet lagi nanti, terutama setelah gue lulus SMA. Pengalaman yang menurut gue bisa di kenang sebagai suatu kenangan yang berharga. Perjalanan yang cukup panjang yang menghabiskan waktu sekitar 12 jam bahkan lebih. Perjalanan yang di isi dengan berbagai perasaan: senang, gembira, sedih, ngambek, bad mood, bĂȘte, cape, kelaperan. Perjalanan yang di isi dengan senyuman, obrolan, candaan bahkan sampai tangisan. Pokonya perjalanan yang penuh dengan ‘kebersamaan’.
Di mulai dari tadi pagi kira-kira pukul 07.00 gue berangkat ke rumah Dini bareng Sheila. Pas nyampe di rumah Dini ternyata di sana Ari udah nyampe dan Dini baru selesai mandi. Setelah bersiap-siap dan semuanya telah berkumoul kita berangkat ke stasiun Serpong. Tidak lama setelah kami sampai di stasiun serpong kira-kira pukul 08.20 kita semua langsung berangkat menuju Tanah Abang dengan menggunakan kereta api AC Ciujung.
Sesampainya di Tanah Abang kita melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot jurusan Tanah Abang-Kota, dan naik busway dari harmoni. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh lebih dari dua jam akhirnya sampailah kita di tempat tujuan kita yaitu “Ancol”. Sesampainya di halte busway ancol kami langsung bergegas ke pantai yang menjadi tujuan kita dalam keadaan lapar, akhirnya pun dengan bersemangat kita semua jalan kaki dari halte busway sampai ke pantai marina supaya bisa cepat-cepat makan (walaupun sebenernya kita bisa aja naik bus yang lewat situ tapi kita malah jalan -.-).
Pas sampai di pantai dan melihat ada warung makanan, tanpa pikir panjang kita langsung menyerbu untuk langsung membeli makanan. Setelah puas makan kita langsung jalan menyusuri pantai yang panas. Setelah cukup lama berjalan dan telah sampai di ujung pantai kita pun beristirahat sambil solat. Dan saat itu kita sudah mulai bingung dan beberapa orang sudah mulai terlihat bĂȘte karena tidak ada tempat yang asyik untuk bermain. Akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke beach pool dengan menggunakan bus. Saat berjalan ke arah halte bus gue dan iea tertarik untuk membeli coca cola di mesin minuman. Dan di saat gue dan yang lainnya membeli minuman ternyata bus nya datang! Akhirnya setelah lari-larian mengejar bis kita pun di tinggal oleh bisnya -.- (ngenes), alhasil kita harus nungguin bis selanjutnya. Selama kita menunggu butir-butir air hujan pun turun sedikit demi sedikit, untunglah ga deras. Sekian lama menunggu akhirnya datang juga bis yang kita tunggu.
Sesampainya di beach pool gue dan yang lain langsung mengganti baju untuk berenang. Sebenernya saat itu gue,dini,fadil,unus masih agak-agak bingung mau ikut berenang atau ga, tapi Fadil pun akhirnya memutuskan untuk berenang. Awalnya gue dan dini ga mau turun, tapi pada akhirnya kita pun tergoda untuk ikut berenang seperti yang lain. Yaa alhasil untuk pertama kalinya sejak 6 tahun terakhir gue berenang lagi, dan ga nanggung berenangnya langsung di pantai (walaupun sebenernya gue ga bisa berenang haha).
Saat berenang ada insiden kecil karena kaki iea tiba-tiba kram, dia pun langsung jatuh dan nahan badannya dengan tangan, alhasil tangannya iea luka deh. Tapi di luar itu semua kita semua senang, kita semua menikmati apa yang saat itu kita lakukan, dan kita pun sempat berdoa bersama di tengah-tengah pantai demi kelulusan dan kesuksesan kita di masa depan. Pas lagi berenang tiba-tiba di pikiran gue terlintas akankah gue bersenang-senang kaya gitu lagi? akankah gue merasakan bermain-main lepas seperti itu nantinya? Akankah kita semua berkumpul dan bermain-main seperti itu lagi nantinya? Dalam waktu singkat langsung bermunculan banyak pertanyaan di kepala gue yang hanya bisa di jawab di masa yang akan datang. Dan tiba-tiba saja gue merasa "I’ll miss this time".
Oke akhirnya sekitar pukul 4 sore kita memutuskan untuk langsung pulang. Dari beach pool kita menuju halte busway dengan menggunakan bus ancol arah timur lalu transit di gondola untuk naik bus ancol arah barat. Kita menuju Stasiun Manggarai dengan menggunakan busway. Selama di busway gue,iea, dan ari menghabiskan waktu dengan mengobrol berbagai hal, dan ga kerasa ternyata sudah sampai di Matraman 1, lalu kita transit dan menyebrang ke Matraman 2 untuk melanjutkan perjalanan ke Halte Manggarai. Setelah nunggu lama ternyata bis yang menuju Manggarai sangaat padat sehingga untuk berdiri tegak pun sulit. Gue, iea, dan sela sampe ribet sendiri saking sempitnya. Akhirnya sampai juga di halte yang kita tuju, kita pun langsung bergegas menuju ke stasiun Manggarai. Di perjalanan kita semua sudah sangat lapar, sampai-sampai apapun yang dilihat menjadi enak untuk di makan.
Sesampainya di stasiun ternyata di situ tertulis kereta ekspress menuju Serpong akan berangkat pukul 18.30, berarti tinggal beberapa menit lagi bakal berangkat. Akhirnya dalam keadaan lapar kita pun masuk ke kereta, dan pas ada mba-mba yang berjualan masuk, kita pun langsung menyerbu makanan itu untuk mengganjal perut. Tapi di saat kita semua sedang asyik memilih makanan untuk di makan, tiba-tiba Fadil berlari keluar kereta entah karena apa. Kita semua sudah was-was takut keretanya tiba-tiba berangkat, setelah beberapa menit berdoa agar kereta tidak berangkat akhirnya Fadil pun kembali dengan membawa sekotak donat di tangan. Kita pun langsung berebut donat untuk makan, pokonya kita seperti orang yang baru menemukan makanan setelah berhari-hari tidak makan. Ternyata di antara keluhan-keluhan kita semua, Fadil mampu bertindak dengan cepat dan tepat. Di saat itu gue pun belajar untuk mulai mengurangi mengeluh karena ternyata memang mengeluh tidak ada gunanya.
Tapi ternyata setelah sekian lama menunggu kereta tidak juga jalan. Dan baru jalan sekitar pukul 19.00, jadi kita udah nunggu sekitar setengah jam. Dalam perjalanan gue merasa kereta berjalan dengan sangat lembut dan cepat, dalam hati gue tidak merasa menyesal sama sekali karena telah membayar harga karcis yang lebih mahal yaitu Rp 8000. Dan sekitar pukul 19.35 kita sampai di stasiun serpong. Gue pun langsung menuju warung Dini untuk ngambil motor dan langsung pulang ke rumah karena nyokap dan bokap gue udah sibuk nelponin nyuruh pulang.
Dan perjalanan malam itu ditutup dengan hujan gerimis yang mengiringi gue saat di motor. Finally jam 20.00 gue sampai di rumah dengan selamat dengan membawa sejuta pengalaman dan cerita yang bakalan terus gue kenang sebagai moment-moment terakhir gue di SMA. :D






